UCAPAN MENENTUKAN KUALITAS HIDUP ANDA


DAMPAK DARI PERKATAAN

Ketika mendengar nama Pablo Picasso, semua orang tahu bahwa dia pelukis legendaris yang tiada tandingnya. Namun di sisi lain, banyak orang tidak tahu Picasso memiliki pergulatan batin hingga akhir hayatnya, jauh dari kebahagiaan. Mengapa demikian? Bisa dilihat dari kehidupan pribadinya yang selalu gonta ganti pasangan.

Awalnya, Fernanda Olivier yang menjadi kekasih Picasso antara tahun 1904-1911. Saat itu, Picasso mengalami masa kecil yang sulit. Kekasihnya berpose untuk lebih dari 60 potret dan menginspirasi aliran kubisme-nya.

Perempuan kedua, Olga Khokhlova yang menjadi istri pertama Picasso dan ibu dari putra sulungnya Paulo. Dia adalah penari balet dan tinggal bersamanya dari tahun 1917-1935. Mereka bercerai karena Picasso menemukan kekasih lainnya dan tidak ingin membagi harta berharganya dengan Olga.

Ketiga, adalah Marie-Thérèse Walter yang tinggal bersamanya dari 1927-1939. Picasso bertemu dengan Marie berusia 17 tahun, ketika dia masih hidup bersama dengan istrinya Olga Khokhlova. Namun Marie ditinggalkan Picasso, setelah melahirkan seorang anak perempuan. Empat tahun setelah kematian Picasso pada 1973, Marie menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri.

Kemudian, wanita ke-4 adalah seorang fotografer surealis Dora Maar yang tinggal bersama Picasso (1936-1944) Kelima, adalah mahasiswi jurusan hukum yang berusia 21 tahun bernama Francoise Gilot.

Setelah Gilot, Picasso pun jatuh hati dengan Jacqualine Roque yang menjadi istri keduanya selama 11 tahun, namun sayang Jacqueline juga mati bunuh diri tahun 1986.

Picasso telah menjadikan istri dan semua kekasihnya menjadi objek lukisannya. "Koleksi-koleksi yang dijual membentang dari awal bekerja sebagai seniman saat remaja sampai tahun 1960-an. Picasso sangat menyukai potret perempuan.

Di satu sisi Picasso sangat sukses menjadi seorang pelukis legendaris, yang menghasilkan karya lebih dari 2000 lukisan selama hidupnya.

Salah satu lukisan yang merupakan potret istrinya Jacqueline berjudul 'Homme et femme' dilukis Picasso pada 1968 silam, harga jualnya sekitar Rp 270 miliar (Reuters 17/6/2019).

Mengapa Picasso tidak menemukan kebahagiaan dalam hidupnya?

Picasso merasa terlalu sering dikhianati oleh istri dan teman-temannya.  Picasso berulang kali gonta-ganti pasangan dan istri tetapi hal itu tidak memberikan kebahagiaan kepadanya.

Pokok persoalannya, dahulu Picasso mempunyai seorang adik yang menderita sakit parah. Karena penyakitnya tersebut adiknya meninggal dunia.  Dalam kesedihan dan keputusasaannya, Picasso berkata "Sekarang aku mengerti, ternyata Tuhan itu memang jahat".

Sejak saat itu penderitaan, kekecewaan, penolakan dan kepahitan melanda hidupnya, bahkan sampai akhir hayatnya pun Picasso tidak pernah bahagia. Sangat ironis, di satu sisi dia sukses dan dikagumi dunia, tetapi tidak banyak orang yang tahu sang pelukis terkenal menderita akibat ucapannya sendiri. (Sumber Inspirasi 5 Menit).

Raja Salomo pernah mengatakan: "Hidup mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya". Kita juga sering mendengar mulut mu adalah harimaumu. Berdasarkan ucapan kita, kita  akan dibenarkan atau dihukum.

Karena itu berhati-hatilah dengan perkataan kita. Kata-kata itu meluap dari dalam hati. Karena itu "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu". (Amsal 4:23-24).

Ketika percobaan dan duka menghampirimu, yakinlah dibalik itu semua Allah sang pemilik hidup dan kehidupan mempersiapkan sesuatu terbaik dalam hidupmu.

Jangan pernah kecewa sekalipun anda dikecewakan, jangan pernah membalas sekalipun ada alasan untuk itu. Perkatakanlah yang baik! Hari ini aku bahagia! Hari ini aku sehat! Walaupun dia mengkhianatiku, tetapi Tuhan akan mengubahkannya menjadi kebaikanku. Sukses untuk anda hari ini.
Tetap semangat dan antusias

~ Derman P. Nababan ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesaksian Aktor Pemeran The Passion Of The Christ

KESOMBONGAN MENDAHULUI KEHANCURAN