Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

GURUKU YANG MENGINSPIRASI

Gambar
GURUKU YANG MENGINSPIRASI (Hari Guru Ke-74)
Mengenang memori masa lalu adalah hal yang menyenangkan. Walau terkadang pengalaman itu konyol, susah dan sedih, namun berbagai peristiwa itu memacu semangat diri untuk lebih maju. Ya, perjalanan sudah panjang, dan akan terus bergerak, finisingwell 'menyelesaikan dengan baik',  kata kunci penting harus dipegang setiap orang. 
Saya tamat SD Negeri 1733000 Lumban Tongatonga tahun 1984. Kala itu, Kepala Sekolah dijabat Bapak St. J. Sihombing (Alm), dengan wali kelas 6 Bapak St. T. Hutasoit. Mereka disiplin dan tulus dalam mengajar.
Tamat SD, saya diterima di SMP Negeri 3 Siborongborong (sekarang SMP Negeri 2 Siborongborong), jarak sembilan kilometer dari rumah.
Sebelumnya, ayah membelikan saya sebuah sepeda second hand (bekas) warnanya biru, sport model, dari daerah Bandar Betsi, Kabupaten Simalungun.  
Asyik, bisa naik sepeda ke sekolah, melalui Siambolas, Paniaran, Sitabotabo hingga ke Siborongborong. Terkadang melalui jalan pintas dari Hop…

AYAHKU SUMBER INSPIRASIKU

Gambar
#Ayahku_Sumber_Inspirasiku
Ayahku, Pdm. T. Nababan (73) lahir di lereng bukit Dolok Imun, sembilan kilo meter arah selatan Kota Siborongborong. Menikah dengan gadis cantik pujaan hatinya Boru Sidabutar (73) dari Sisordak, Parmonangan. Buah perkawinan mereka dikaruniai 7 (tujuh) orang anak. Lulus SR (Sekolah Rakyat), ayah bekerja sebagai petani kecil dan marrengge-rengge (jualan kaki lima).
Perjalanan hidupnya penuh warna, sulit dimengerti.  Mengapa tidak? Ayahku ini pekerja keras tiada tandingnya di kampung itu, namun di sisi lain punya kebiasaan buruk.
Setiap bulan Desember ayah suka minum minuman keras dan main judi.  Ibu menggelarinya sebagai "parjuji langis, alai parjuji talu" (pecinta judi, tetapi lebih sering kalah). Saat kalah main judi, melarikan diri ke Sibolga atau ke Kisaran, dengan meninggalkan beban hutang. Kerja, menarik becak dayung. Bagaikan "gadis cantik" ingin dirayu dan diambil hantinya, ayah tidak pulang jika ibu tidak menjemputnya. 
Benar-benar ma…