Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

TUHAN, BERIKAN AKU KAKI YANG KUAT!

Gambar
TUHAN, BERIKAN AKU KAKI YANG KUAT!

Salah satu keistimewaan rusa atau kijang ialah memiliki tulang kaki yang kuat.  Ketika musuh mengejar, ia bisa berlari dengan sangat kencang. Selain berlari kencang, ia bisa juga berjejak di bukit-bukit yang terjal. Bahkan di bukit batu sekalipun. 
Bagaimana bisa? Karena, ternyata rusa memiliki kuku kaki yang jentik.
Bukit, berbicara tentang masalah, persoalan, tantangan dan rintangan. Terkadang saking  beratnya persolan hidup, ada banyak orang yang tertunduk lesu, bahkan tidak sedikit yang berusaha mengakhiri jalan hidupnya. 
Dilansir CNN Indonesia, (26/09/2020) International Association for Suicide Prevention (IASP) melaporkan "Setiap 40 detik seseorang mengakhiri nyawanya. Hampir 800 ribu orang setahun di seluruh dunia," ucap Murad Khan, Presiden IASP dalam laman IASP. Fantastis! Suatu keputusan jauh dari akal (nalar) yang sehat.
Ketika berada di persimpangan jalan (keputusasaan),  ia tidak bisa melihat pertolongan dan jalan keluar. Keliru! I…

MARMAHAN HORBO 'MENGAGON KERBAU'

Gambar
MARMAHAN HORBO ‘MENGANGON KERBAU
Dulu, selain memiliki hauma na bidang ‘sawah yang luas’, maka memiliki horbo ‘kerbau’ bisa juga menjadi alat ukur status sosial (prestise) suatu keluarga di Kampung. Sawah, bernilai lebih karena dianggap dapat menghasilkan padi, sebagai sumber utama penghidupan. Sedangkan tanah darat, dianggap kurang bernilai.

Jika, seorang anak lelaki berumah tangga dan manjae ‘pisah rumah’ dengan ayahnya, akan diberikan “panjaean” berupa sawah sebagai modal utama bagi keluarga baru itu. Bahkan tano pauseang  pun, jika anak perempuan menikah, ayahnya akan memberikan setumpuk tano maraek (sawah) kepada boru-nya tersebut.

Beda dengan sekarang, hampir 95 persen sengketa perdata di Silindung, Humbang, Toba dan Samosir adalah masalah tanah darat, karena harganya semakin meningkat, seiring dengan proses pembangunan yang semakin masif. Dulu, hampir tidak ada orang yang memperjual-belikan tano mahiang (tanah darat).

Demikian halnya, setelah ayahku manjae pada tahun 1970 hing…

SURAT TERTUTUP, BUAT DIRI SENDIRI

Gambar
SURAT TERTUTUP, BUAT DIRI SENDIRI
Kemampuan untuk melihat jauh ke depan, sering disebut sebagai “visi”, kata yang sangat menentukan sukses atau tidaknya seseorang. Frasa itu bukan hanya milik orang dewasa, melainkan  juga anak-anak sekolah. Tidak harus dituangkan dalam kertas, cukup jika seseorang memikirkan, meyakini dan bertindak ke arah mana dia melangkah.

Benar, anda ada hari ini karena anugrah Tuhan. Tetapi apakah anda berpikir seperti apakah hidup anda 6 tahun lagi?  Tuhan memberi matahari dan hujan kepada setiap orang. Tuhan juga memberi kesempatan yang sama kepada setiap orang melalui siang dan malam, kecuali anda berada di daerah kutub. Namun setiap orang menggunakan waktu, kesempatan dan berkat itu secara berbeda.

Jika anda tidak pernah memikirkan, merencanakan seperti apa hidup anda ke depan, maka anda akan cendrung mengalami stagnasi kehidupan. Seperti “Monsak humaliang bogas”, bergerak tetapi tidak ada kemajuan. Sibuk, tetapi hanya rutinitas. Kondisi itu sungguh membosank…

IBUKU, INONG DI ATAS GARIS, SOSOK KARTINI MASA KINI

Gambar
IBUKU, INONG DI ATAS GARIS, SOSOK KARTINI MASA KINI
Masyarakat Batak, sangat menjungjung tinggi filosofi anak adalah harta yang paling berharga. Menyadari itu, Komponis Nahum Situmorang menuturkannya dalam liryk lagu “Anakkon hi do hamoraon di ahu” (anak lah kekayaan bagiku). Lagu itu, mengisahkan kerja keras, banting tulang dari pagi hingga sore berjuang untuk penghidupan dan biaya sekolah anaknya. Hampir semua orang Batak tahu lagu berirama lincah dan girang itu. Tidak berlebihan,  dalam pesta pernikahan maupun ulang tahun orang tua, itu menjadi lagu wajib.
Benar, kaum pria sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun kebiasaan di kampung saya, justru peran ibu rumah tangga yang lebih dominan. Mengapa tidak? Pagi hari saat suami masih minum kopi di lapo (kedai), istrinya sudah lebih dulu ke ladang. Bahkan sore hari, ketika suami masih singgah di kedai, istrinya sudah sibuk di rumah mempersiapkan makan malam buat anak-anaknya.

Seorang suami, yan…

PASKAH DI TENGAH PANDEMI GLOBAL COVID-19

Paskah di Tengah Pendemi Global Covid-19
Paskah bagi umat Kristiani berbicara tentang kelepasan dan kepastian. Lepas dari belenggu dosa, karena Kristus sendiri telah membayar dosa umat manusia dengan rela tergantung bahkan mati di atas kayu salib. Salib berbicara tentang hukuman. Hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada kita Dia ambil alih. Penjahat berat dan orang yang melakukan makar terhadap kekuasaan Kaisar Romawi, Tiberius, pada waktu itu akan divonis mati, dengan cara digantung di kayu salib. Salib itu ditempatkan di bukit, Bukit Golgata, sehingga khalayak ramai dapat menyaksikannya. Berbeda dengan pelaksanaan eksekusi hukuman mati di berbagai belahan dunia modern ini cenderung tertutup untuk umum.

Mengapa harus disaksikan khalayak ramai? Hal itu sebagai peringatan keras kepada publik, untuk tidak melakukan hal yang sama. Paling menyakitkan, karena orang yang digantung di kayu salib, juga tidak langsung dibunuh. Matinya pelan-pelan, bisa satu sampai dua hari menggelepar-gelepa…