ELIEZER, ALLAHKU ADALAH PENOLONGKU
KISAH UNIK, KEVIN JAGAR ELIEZER NABABAN
Bayi mungil nan lucu, lahir sebuah klinik bersalin Dr. Musbar, Sp.OG Kotà Padangsidimpuan, pada akhir April 2003 yang lalu. Kelahirannya menambah suka cita keluarga kami. Masih dalam kandungan, kami sudah beri ia nama Kevin Jagar. Namun, setelah ia lahir, kami tambahkan kata Eliezer di belakang. Eliezer sendiri berasal dari suku kata “Eli” dan “Ezer” (Ibrani), yang artinya Allahku, Penolongku.
Orangnya aktif, tidak mau diam. Apalagi sejak ia belajar merangkak, semakin repot menjaganya. Kami selalu menjauhkan barang pecah belah dari jangkauannya. Kevin berulang kali mengambil handpone Mamanya dan masukkan ke bak mandi.
Suatu ketika Kevin menghidupkan lilin, lalu bersama kakaknya Tifany bermain di kamar. Tifany beda usia satu tahun sembilan bulan dengan Kevin. Kain sprei di kamar itu pun terbakar. Menyadari adnya kepulan asap di kamar, saya menarik Kevin ke luar rumah. Saya segera menyiramkan air memadamkan api itu. Puji Tuhan apinya bisa padam.
Awal bertugas sebagai Hakim di Kota itu, kami punya sebuah sepeda motor. Namun, sejak kelahiran Kevin, naik motor berempat sungguh merepotkan. Tahun 2004 kami membeli sebuah Mobil Kijang Super, buatan tahun 1988. Sejak itulah saya belajar mengemudikan mobil.
Sabtu pagi cerah, saya bermaksud mencuci mobil itu. Saya mengeluarkannya dari garasi rumah. Waktu itu Mamanya, dipanggil mami sibuk di dapur. Saya pastikan Kevin bersama Mamanya dalam rumah, lalu saya menutup pintu, namun tidak sampai terkunci.
Saya menghidupkan kijang tua itu sekitar sepuluh menit, untuk pemanasan mesin.
Ketika dirasa cukup, saya memasukkan persnelling mundur. Pelan-pelan saya injak gas dan melepas kopling. Aneh, mobil tidak bisa bergerak mundur. Saya ulangi kedua kali, tetap sama.
Merasa curiga, saya majukan sedikit, dan mematikan mesinnya. Saya mengamati, apa ada sesuatu mengganjal bannya. Saya periksa ban belakang melalui lorong kecil pintu garasi rumah itu. Betapa saya terperangah melihat tubuh Kevin persis dekat ban belakang. Kevin meraung kesakitan.
Tak pikir panjang, saya angkat dan peluk erat tubuh Kevin. Saya berteriak memanggil mamanya, “Mengapa dia bisa keluar rumah?” Maminya pun bingung, tidak bisa bicara.
Kami buka pakaiannya, memeriksa bagian tubuhnya. Ada luka memar bagian pahanya. Kevin tidak bisa angkat kakinya. Tetangga sekitar rumah datang melihat apa yang terjadi. Mereka menyarankan, ada seorang nenek ahli pijat bayi di daerah Padang Matinggi, Padang Sidimpuan itu. Si nenek segera kami panggil.
Sang Nenek mulai memijat seluruh tubuh Kevin. Nenek berujar, “ Kevin tidak apa-apa, hanya pahanya terkilir”. Waktu diterapi memang Kevin menangis histeris. Setiap hari Kevin dipijat, ditambah dengan ramuan obat-obatan tradisional. Puji Tuhan dalam satu minggu berikutnya Kevin sudah bisa merangkak, seperti sedia kala.
Saya heran, mengapa Kevin bisa keluar? Ternyata ketika saya menghidupkan mobil, Kevin pikir saya akan pergi sendiri. Tanpa disadari Maminya, Kevin merangkak ke pintu, berdiri dan membuka pintu rumah. Dia keluar memanggil-manggil saya “papi, ikut, papi ikuut!”, tetapi suara Kevin kalah kuat dengan raungan mesin tua Kijang Super itu.
Saya juga belum terbiasa mengawasi bagian belakang dengan kaca spion. Maklum, masih gagap, baru belajar mengendarai mobil. Untuk melihat ke belakang, masih menjulurkan kepala setelah mengengkol turun kaca jendela mobil itu.
Di satu sisi, garasi rumah dinas itu amat sempit. Pandangan tidak bisa leluasa ke belakang.
Sejak kejadian itu, saat mengeluarkan mobil dari garasi, Kevin selalu saya bawa ke mobil.
Sebagai ayah, saya merasa bersalah. Kurang waspada dalam menjaga keselamatan anak saya. Namun, di balik itu semua, saya menyadari, bahwa sehebat apa pun usaha untuk mengawasi anak-anak kita, tetaplah Allah yang menjadi sumber pertolongan sejati kita.
Kami menyadari menyadari betul, Eliezer, artinya Allahku adalah Penolongku.
Dia menjagaimu bagaikan biji mataNya, Dia yang menuntun langkahmu menggapai masa depan yang penuh harapan. Masa depan mu sukses gilang gemilang di tangan Tuhan.
Selamat ulang Tahun Anakku, Kevin Jagar Eliezer Nababan, semakin giat belajar dalam takut akan Tuhan. Tuhan memberkati.
Salam Papi, Bunda, dan Kakak Tifany.
Bayi mungil nan lucu, lahir sebuah klinik bersalin Dr. Musbar, Sp.OG Kotà Padangsidimpuan, pada akhir April 2003 yang lalu. Kelahirannya menambah suka cita keluarga kami. Masih dalam kandungan, kami sudah beri ia nama Kevin Jagar. Namun, setelah ia lahir, kami tambahkan kata Eliezer di belakang. Eliezer sendiri berasal dari suku kata “Eli” dan “Ezer” (Ibrani), yang artinya Allahku, Penolongku. Orangnya aktif, tidak mau diam. Apalagi sejak ia belajar merangkak, semakin repot menjaganya. Kami selalu menjauhkan barang pecah belah dari jangkauannya. Kevin berulang kali mengambil handpone Mamanya dan masukkan ke bak mandi.
Suatu ketika Kevin menghidupkan lilin, lalu bersama kakaknya Tifany bermain di kamar. Tifany beda usia satu tahun sembilan bulan dengan Kevin. Kain sprei di kamar itu pun terbakar. Menyadari adnya kepulan asap di kamar, saya menarik Kevin ke luar rumah. Saya segera menyiramkan air memadamkan api itu. Puji Tuhan apinya bisa padam.
Awal bertugas sebagai Hakim di Kota itu, kami punya sebuah sepeda motor. Namun, sejak kelahiran Kevin, naik motor berempat sungguh merepotkan. Tahun 2004 kami membeli sebuah Mobil Kijang Super, buatan tahun 1988. Sejak itulah saya belajar mengemudikan mobil.
Sabtu pagi cerah, saya bermaksud mencuci mobil itu. Saya mengeluarkannya dari garasi rumah. Waktu itu Mamanya, dipanggil mami sibuk di dapur. Saya pastikan Kevin bersama Mamanya dalam rumah, lalu saya menutup pintu, namun tidak sampai terkunci.
Saya menghidupkan kijang tua itu sekitar sepuluh menit, untuk pemanasan mesin.
Ketika dirasa cukup, saya memasukkan persnelling mundur. Pelan-pelan saya injak gas dan melepas kopling. Aneh, mobil tidak bisa bergerak mundur. Saya ulangi kedua kali, tetap sama.
Merasa curiga, saya majukan sedikit, dan mematikan mesinnya. Saya mengamati, apa ada sesuatu mengganjal bannya. Saya periksa ban belakang melalui lorong kecil pintu garasi rumah itu. Betapa saya terperangah melihat tubuh Kevin persis dekat ban belakang. Kevin meraung kesakitan.
Tak pikir panjang, saya angkat dan peluk erat tubuh Kevin. Saya berteriak memanggil mamanya, “Mengapa dia bisa keluar rumah?” Maminya pun bingung, tidak bisa bicara.
Kami buka pakaiannya, memeriksa bagian tubuhnya. Ada luka memar bagian pahanya. Kevin tidak bisa angkat kakinya. Tetangga sekitar rumah datang melihat apa yang terjadi. Mereka menyarankan, ada seorang nenek ahli pijat bayi di daerah Padang Matinggi, Padang Sidimpuan itu. Si nenek segera kami panggil.
Sang Nenek mulai memijat seluruh tubuh Kevin. Nenek berujar, “ Kevin tidak apa-apa, hanya pahanya terkilir”. Waktu diterapi memang Kevin menangis histeris. Setiap hari Kevin dipijat, ditambah dengan ramuan obat-obatan tradisional. Puji Tuhan dalam satu minggu berikutnya Kevin sudah bisa merangkak, seperti sedia kala.
Saya heran, mengapa Kevin bisa keluar? Ternyata ketika saya menghidupkan mobil, Kevin pikir saya akan pergi sendiri. Tanpa disadari Maminya, Kevin merangkak ke pintu, berdiri dan membuka pintu rumah. Dia keluar memanggil-manggil saya “papi, ikut, papi ikuut!”, tetapi suara Kevin kalah kuat dengan raungan mesin tua Kijang Super itu.
Saya juga belum terbiasa mengawasi bagian belakang dengan kaca spion. Maklum, masih gagap, baru belajar mengendarai mobil. Untuk melihat ke belakang, masih menjulurkan kepala setelah mengengkol turun kaca jendela mobil itu.
Di satu sisi, garasi rumah dinas itu amat sempit. Pandangan tidak bisa leluasa ke belakang.
Sejak kejadian itu, saat mengeluarkan mobil dari garasi, Kevin selalu saya bawa ke mobil.
Sebagai ayah, saya merasa bersalah. Kurang waspada dalam menjaga keselamatan anak saya. Namun, di balik itu semua, saya menyadari, bahwa sehebat apa pun usaha untuk mengawasi anak-anak kita, tetaplah Allah yang menjadi sumber pertolongan sejati kita.
Kami menyadari menyadari betul, Eliezer, artinya Allahku adalah Penolongku.
Dia menjagaimu bagaikan biji mataNya, Dia yang menuntun langkahmu menggapai masa depan yang penuh harapan. Masa depan mu sukses gilang gemilang di tangan Tuhan.
Selamat ulang Tahun Anakku, Kevin Jagar Eliezer Nababan, semakin giat belajar dalam takut akan Tuhan. Tuhan memberkati.
Salam Papi, Bunda, dan Kakak Tifany.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih, anda telah mengunjungi web ini, kiranya menjadi berkat. Silahkan di share untuk kebaikan bersama.