MARTINA
MARTINA Husor berjalan tergopoh-gopoh, sambil menenteng beberapa buku di tangannya. Memang, sore itu Husor ada janji dengan sesama temannya mahasiswa dari Kecamatan asal mereka. Latihan koor, buat persiapan Perayaan Natal. Husor, terpilih sebagai Ketua Panitia. Tidak mungkin ia absen, Ketua Panitia! Rumah tempat latihan itu ada di kawasan Kampung Durian Medan. Melalui gang sempit, hanya bisa dilalui motor. Sejak satu tahun lalu, Anju bersama dua orang adiknya mengontrak rumah kecil itu. Anju, baru saja wisuda dari Universitas di Kawasan Tanjung Sari Medan, dan sudah mengajar di salah satu SD swasta. Walau tidak seberapa, Anju sudah dapat gaji bulanan. Jarum jam, menunjukkan angka 5. Husor, tiba dengan peluh di dahinya. “Horas!” “Bah, horas lae! Masuk lae! Sahut Poltak dan Jamuda serentak. “Aku pikir, aku yang sudah terlambat, rupanya Ketua masih belakangan” tambah Poltak sambil mengerutkan keningnya. “Itulah tadi lae, aku langsung dari kampus. Angkot-nya susah benar”...